Senin, 05 November 2012

Sejarah Capoeira Samawa

Capoeira saat ini telah menjadi suatu gaya hidup tersendiri di kalangan sebagian kaum muda di Indonesia. Capoeira adalah gabungan dari seni beladiri, musik, senam dan akrobatik. Olahraga beladiri yang secara awam mirip tarian ini, ternyata tengah digemari dan termasuk olahraga baru yang berkembang pesat di Indonesia.
Tak heran banyak peminat mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, orang kantoran hingga artis maupun pejabat di tanah air yang ingin mempelajarinya. Dari kalangan atas hingga kalangan menengah-bawah. Mereka melupakan perbedaan, bersatu menampilkan gerakan-gerakan indah capoeira.
Capoeira Samawa terbentuk pertama kali pada tanggal, 26 Agustus 2008 .. Yang di bawa oleh salah seorang Pemuda dari sumbawa yang bernama Adhiyusran yang merantau melanjutkan Pendidikannya di Bandung ..
Setelah Lulus Kuliah dan belum mempunyai pekerjaan yang tetap di daerahnya, akhirnya dengan Berbekal Ilmu Beladiri Capoeira yang didapat semenjak Kuliah Di Bandung,Yussi ( panggilan sehari2nya ) berfikir untuk mengisi waktu luang ,Membuka Kelas Capoeira pertamanya dan Secara Perlahan Namun pasti , perkembangan Capoeira di sumbawa semakin pesat, dengan banyaknya peminat yang menggandrungi beladiri yang satu ini .. Mulai dari Anak-anak hingga orang dewasa , gayanya yang elegan dan indah semakin membuat orang penasaran dan ingin mencobanya ..


Bahkan capoeira sumbawa juga ikut meramaikan beberapa event yang di selenggarakan oleh beberapa Event Organizer dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang menonton acara tersebut .





 Trick and Dance Capoeira Sumbawa menjadi satu-satunya Klub Capoeira yang ada di Sumbawa Besar, bagi yang berminat,silahkan bergabung dengan kami ..
Jadwal Latihan : Rabu dan Sabtu   jam  19.45 - 20.30 Wita  , Minggu  Jam  17.00 - 18.00 Wita , alamat : Jl. Semongkat RT.01 RW.01 Desa Kerato ( Genang Genis )..
Semoga Capoeira membawa manfaat yang Positive khususnya bagi Peminatnya di sumbawa dan berdampak Positive dalam kehidupan Bermasyarakat, Salam Capoeira ...


Minggu, 04 November 2012

Sejarah Capoeira

Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.



Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan).


Capoeira sangat erat dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu dijajah bangsa Portugis.
Mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang Portugis itu. Seperti hewan ternak, badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada masa itu mereka merupakan "komoditas yang berharga" serupa dengan kopi, gula, vanila.
Kekangan belenggu menumbuhkan hasrat untuk bebas. Mereka kemudian mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan dilakukan sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah tarian. Karena di Afrika tarian adalah bentuk ekspresi yang paling popular, maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan musik, nyanyian, dan tarian.
Invasi Belanda pada 1624-1630 sempat mengacaukan perkebunan dan industri gula di Brasil. Peluang itu dimanfaatkan untuk melarikan diri ke dalam hutan dan membentuk perkampungan. Perkampungan ini dikenal dengan nama Quilombos. Struktur politik dan sosial perkampungan ini mirip dengan suku-suku di Afrika. Kampung ini dipimpin oleh seorang yang ditunjuk karena keberanian dan kemampuannya dalam menghadapi musuh.
Begitu Belanda hengkang dari Brasil, para pemilik budak mengirimkan pasukan bersenjata ke hutan-hutan untuk menangkapi budak-budak dan menghancurkan perkampungan mereka. Para budak menyadari mereka kalah dalam persenjataan, mereka pun mengembangkan sistem bela diri yang mampu melawan senjata. Sistem bela diri ini disebut Capoeira de Angola.
Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah. Hingga akhirnya pada tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan EoLuta Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque (Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal 
dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai sistem bela diri. Capoeirakemudian diakui sebagai aset nasional berupa tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.